Oleh: Dra. Hj.
Maryatin.
Pengertian
·
Kemampuan
mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara
akurat (D.B. Curtis, 1992)
·
Suatu tindakan
oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi
oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu
dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik (J.A. Devito, 1997)
·
Aktifitas
menyampaikan apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang
ingin kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang lain
untuk memperoleh apa yang kita inginkan.(B.S.Wibowo, 2002)
Prinsip komunikasi
·
Seluruh
prilaku mengkomunikasikan sesuatu dengan sengaja atau tidak sengaja (tangan,
mulut, wajah, baju, kerudung, dll).
·
Komunikasi
non-verbal sangat berpengaruh terhadap persepsi.
·
Konteks
berpengaruh terhadap komunikasi.
·
Arti/makna
terdapat pada orang, bukan dalam kata-kata.
·
Komunikasi tidak
dapat diubah, sekali mereka dapat begitulah persepsinya.
·
Komunikasi
adalah sirkular bukan linier dan Komunikasi tidak mungkin dihindari.
·
Komunikasi
memerlukan keterbukaan dari pengirim dan penerima.
·
Komunikasi
bisa memberikan beberapa efek.
Enam
jenis komunikasi
·
komunikasi
dengan diri sendiri
·
komunikasi
dan hubungan antar pribadi
·
komunikasi
antar kelompok kecil dan organisasi
·
Komunikasi
terbuka
·
Komunikasi massa
·
Komunikasi
antar budaya
Teknik
berkomunikasi
·
Ucapan yang
jelas dan idenya tidak ada makna ganda, utuh.
·
Berbicara
dengan tegas, tidak berbelit-belit
·
Memahami betul
siapa yang diajak bicara, hadapkan wajah dan badan, pahami pikiran lawan
bicara.
·
Menyampaikan
tidak berbelit-belit, tulus dan terbuka.
·
Sampaikan
informasi dengan bahasa penerima informasi.
·
Menyampaikan
dengan kemampuan dan kadar akal penerima informasi
·
Sampaikan
informasi dengan global dan tujuannya, baru detailnya.
·
Berikan contoh
nyata, lebih baik jadikan anda sebagai model langsung.
·
Sampaikan
informasi dengah lembut, agar berkesan, membuat sadar dan menimbulkan kecemasan
yang mencerahkan.
·
Kendalikan noise dan
carilah umpan balik untuk meyakinkan informasi anda diterima. Contoh dengan
bertanya atau menyuruh mengulanginya.
Komunikator
yang baik
·
Menyampaikan
sesuatu yang formal dan tidak rahasia, maka sampaikanlah dengan bahasa yang
sudah dikenal (Qaaulan ma’rifa)
·
Bangunlah
silaturahmi, hindari kata-kata yang menyakiti dan berkatalah dengan baik (Qaulan
sadidan).
·
Dengan
orang yang berpenyakit hati maka beri pelajaran dan berkatalah dengan perkataan
yang berbekas pada jiwa (Qaulan baligha)
·
Untuk
melayani orang dengan baik maka sampaikan perkataan yang mulia (qaulan
maisura)
·
Hindarilah
untuk berkata sesuatu yang berdosa besar (Qaulan Azhima)
·
Untuk
mempengaruhi orang lain sampai dengan perkataan yang lemah lembut (Qaulan
layina)
·
Perkataan
yang paling baik adalah perkataan seseorang yang menyeru kepada Allah (qaulan
minma da’a ilallah)
·
Sesungguhnya
Allah menurunkan sesuatu yang berat (qaulan tsaqila)
·
Ketika
anda menyampaikan sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, akan tepat, khusyuk
dan berkonsentrasi jika disampaikan saat menjelang shubuh.
Hal
lain dalam berkomunikasi
·
Ekspresi
mata (Eyes to eyes contact)
·
Menjadi
kawan berbicara yang empatik.
·
Mendengar
sarana komunikasi yang paling banyak digunakan.
·
Melayani
orang sepenuh hati (relatinoshif)
·
Ketidak
sepahaman dapat dihadapi dengan negosiasi.
·
Symbol dan penampilan diri.
·
Menerapkan
etika komunikasi terhadap siapapun.
Sumber
:
·B.S. Wibowo. 2002. Sharpening
our concept and tool, Kiat praktis manajemen,Jakarta : PT
Syaamil Cipta Media.
·James K. Van Fleet, 1996, Conversational
power : The key to success with people,New york :
Preentice hall, Inc.
·Dr. Akrim Ridha, 2003, Seni
Menghadapi public, Jakarta : PT Syaamil Cipta Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar